Anak Gimbal dari Dieng, Bukan Anak – Anak Biasa


Anak gimbal pasti jarang keramas jadi rambutnya menyatu. Apa iya? Itu sih namanya jorok hehe. Kalau di Dieng emang banyak guys anak – anak kecil yang punya rambut gimbal. Sebabnya bukan karena mereka males keramas pakai shampo yaa, tapi emang secara alamiah tumbuh sendiri. Biasanya mulai tumbuh saat anak – anak berusia sekitar 5 tahun.

Nah, buat mencukur rambut gimbal tersebut warga masyarakat sekitar biasanya masih menggunakan tradisi nih. Setiap tahun diadakan namanya Ruwatan, yaitu serangkaian prosesi untuk mencukur rambut gimbal beberapa orang oleh pemuka adat setempat. Tradisi ruwatan sendiri biasanya menjadi event besar yang sengaja diadakan oleh pemerintah daerah untuk menarik wisatawan. Sebelum diruwat anak gimbal akan ditanya oleh kedua orang tuanya mengenai keinginan dia saat itu, apapun keinginan si anak akan dituruti oleh orang tuanya. Menurut cerita beredar, permintaan anak gimbal sebelum diruwat ini biasanya aneh alias ga biasa. Kalo kita mungkin mumpung dikasih minta aja makanan enak atau mainan yang banyak yaa hehe. Tapi nih kalo anak – anak ini permintaannya ga umum, misal ada yang minta dibelikan sandal jepit merek swallow tapi belinya harus di Wonosobo (jaraknya sekitar 25 km), atau minta jeruk 100 buah untuk dibagi – bagikan ke tetangga, dan lain sebagainya. Setelah pemotongan rambut gimbal, ke depannya rambut gimbal tidak akan tumbuh lagi di kepala sang anak.


About Admin

Menyediakan oleh - oleh Khas Wonosobo. Produk yang dihasilkan seperti Keripik Jamur, Carica, Kacang Dieng, Keripik Pare, dll.


Leave a comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *